Hi, kamu ngerasa gak sih kalau beberapa tahun terakhir ini kita sedang diserbu hoax dari berbagai arah. Sampai kita bingung membedakan mana yang hoax, mana yang nyata. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri dan orang-orang sekitar kita agar terhindar dari efek negatif hoax. Saya pikir inilah saatnya setiap orang yang senang berbagi informasi untuk mempelajari Metode Sejarah. Mari kita melawan hoax dengan metode sejarah.

Apa itu metode sejarah?

Metode sejarah menurut Louis Gottschalk (1975: 32) adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Tahapannya terdiri dari heuristik, kritik, dan interpretasi. 

Kenapa harus belajar metode sejarah? 

Agar kita tidak menyebarkan informasi dan berita palsu yang bisa menyesatkan banyak orang, membuat panik, dan memperkeruh suasana yang sedang genting. Ketika kondisi fisik dan psikis seseorang yang menerima informasi cukup stabil, menerima infomasi hoax bukanlah suatu masalah besar. Mereka bisa mengecek ulang informasi yang beredar, mencari sumber lain dan membandingkannya, menilai tingkat keakuratannya atau mengabaikannya saja.
Akan tetapi, ketika informasi hoax sampai kepada sekelompok orang yang sedang panik, seperti sekelompok orang korban gempa yang sedang terluka dan mengalami trauma psikis. Informasi hoax ini bisa menjadi sangat berbahaya. Terjadi kepanikan massal yang bisa membahayakan banyak orang.

Berikut ini salah satu berita hoax yang pernah saya terima. Suatu hari di bulan Juli 2018, pas buka chat di grup whatsapp, saya terkejut ketika membuka unggahan seorang teman. Saat membacanya saya melihat sesuatu yang aneh dan gak masuk akan. Dia menggunggah informasi berikut:

Malam ini antara jam 00.30 pagi hingga 03.30 pagi pastikan off HP, laptop dan lain-lain dan jauhkan dari badan anda. TV Singapore telah mengumumkan berita tersebut. Tolong beritahu keluarga dan sahabat-sahabat anda. Malam ini antara jam 00.30 pagi hingga 03.30 pagi bumi kita akan menghadapi radiasi yang paling tinggi. Pancaran cahaya Cosmic akan melintasi dekat dengan bumi. Oleh itu off HP dan lain-lain dan jauhkan dari badan anda sebab akan menyebabkan kita mendapat efek radiasi yang berbahaya….Boleh lihat di Google dan NASA dan berita BBC. Bagikan pesan ini kepada orang-orang lain yang penting bagi keluarga, teman, sahabat, dan juga anak-istri anda. Anda boleh menyelamatkan nyawa banyak orang dengan berbuat demikian…
Semoga bermanfaat. Amiin…

Lalu saat iseng cek akun instagram resmi BMKG. Langsung muncul postingan konfirmasi hoax. Berdasarkan konfirmasi dari BMKG melalui akun Instagram nya, informasi itu hoax atau berita palsu. Yang benar malam itu akan terjadi fenomena gerhana bulan total terlama abad ini yakni 103 menit.

Saat itu, bukan pertamakali saya menerima berita palsu atau hoax. Sudah sangat sering saya menerima informasi mulai dari yang biasa-biasa saja sampai yang sangat mencengangkan di facebook, pesan berantai melalui bc bbm, instagram, dan grup whatsapp. Sampai pada suatu hari di tahun 2015 saya memutuskan untuk menonaktifkan akun facebook karena terlalu malas melihat beredarnya informasi hoax di beranda facebook saya yang dibagikan oleh teman-teman saya sendiri. Akhir 2016, saya kembali membuka facebook dengan sedikit improvisasi; tetap berteman tapi berhenti mengikuti sebagian orang yang sering membagi informasi hoax, memblokir postingan yang menurut saya kurang bermanfaat, dan mengaktifkan fitur filter infomasi yang tidak ingin saya lihat.
Nyatanya informasi hoax masih saja terus saya terima melalui pesan berantai, dan grup whatsapp. Cukup membuat saya terusik. Saya pikir inilah saatnya setiap orang yang senang berbagi informasi untuk mempelajari Metode Sejarah.

Hoax bisa ditemukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari pesan berantai yang berisi ancaman kalau tidak ikut menyebarkan pesan tersebut. Berita hoax yang mengandung unsur politik dengan tujuan mengadu domba. Berita hoax dalam bentuk nasihat agama dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana cara kerja metode sejarah melawan hoax?

Dalam buku metode sejarah Nina Herlina (2008: 15) dipaparkan bahwa metode sejarah memiliki empat tahapan kerja, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sedangkan tahapan metode sejarah menurut Louis Gottschalk terdiri dari heuristik, kritik, dan interpretasi. Gottschalk memisahkan tahapan historiografi yakni tahapan sintesis data sebagai tahapan tersendiri.

Untuk melawan hoax kita cukup menguasai metode sejarah versi Louis Gottschalk.

Metode Sejarah menyaring hoaks.

1. Heuristik adalah tahapan untuk menemukan dan menghimpun sumber, data, dan informasi mengenai topik atau masalah yang diangkat, baik berupa sumber tertulis maupun sumber lisan.
Saat kita menerima informasi mengenai suatu hal sebaiknya jangan langsung percaya. Cobalah untuk mencari dan menemukan informasi dari sumber-sumber lain sebanyak mungkin dan selengkap mungkin.

2. Kritik adalah tahapan pengujian atas sumber untuk memperoleh data-data yang valid. Kritik terbagi dua, yakni kritik ekstern dan kritik intern.
Kritik ekstern meliputi pengujian masalah otentisitas sumber, apakah asli atau turunan serta utuh atau tidak utuh. Bagaimana cara mengujinya? Jika sumber itu sumber tertulis, yang harus dilakukan pertama, memeriksa tanggal dokumen itu ditulis dan dikeluarkan. Kedua, memeriksa bahan/materi yang digunakan untuk menulis dokumen (informasi) tersebut. Ketiga identifikasi terhadap tulisan tangan, tanda tangan, materai, jenis huruf, ataupun cap air.
Adapun kritik intern meliputi pengujian dalam hal kredibilitas sumber. Apakah sumber tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenaran isinya atau tidak.
Di tahapan heuristik tadi kita sudah mengumpulkan sebanyak mungkin sumber. Setelah dikumpulkan kita cari tahu apakah informasi itu valid atau tidak pada tahap kritik ini. Kita saring mana informasi yang benar dan tidak dengan memeriksa dan menguji sumber informasi atau beritanya.

Apakah orang yang menyampaikan berita atau informasi tersebut dapat dipercaya? Apakah dia suka berbohong dan melebih-lebihkan informasi mengenai sesuatu hal?

Apakah informasi yang kita terima masih utuh, sesuai dengan yang di keluar oleh sumber yang tertera? ataukah sudah berupa potongan kalimat pembicaraan, potongan video, potongan tulisan?

Dilihat dari redaksi kalimatnya. Apakah berisi kalimat propaganda yang berusaha memancing emosi dan mengadu domba? Apakah berisi ancaman agar kita merasa takut dan panik? Apakah informasinya mengajak kita melakukan suatu tindakan kekerasan?

Informasi hoax biasanya tidak mencantumkan sumber yang jelas. Kalaupun dicantumkan sumbernya, saat diperiksa dan dibandingkan akan langsung ketauan.

3. Interpretasi adalah tahapan penafsiran atas data-data hasil kritik untuk menyusun fakta.

Setelah kita saring berbagai informasi yang kita terima pada tahapan kritik, kita akan mulai melihat fakta-fakta dan informasi mana saja yang valid. Pada tahap interpretasi ini kita tafsirkan fakta-fakta dan informasi tersebut apakah akurat dan masuk akal. Kalau tidak akurat dan tidak masuk akal, kita bisa mengabaikannya saja.

Saya yakin jika semua tahapan metode sejarah ini dipelajari dengan baik dan digunakan dengan benar bisa melawan peredaran hoax di masyarakat melalui media sosial yang rentan menjadi sarana penyebaran hoax.

Sumber:
Herlina, Nina. 2008. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.
Instagram BMKG.

News Reporter

2 thoughts on “Melawan Hoax dengan Metode Sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *